Akhir-akhir ini saya sering sekali menulis di jejaring sosial "no more drama please". Emosi ini tak tertahan lagi dan akan saya luapkan disini. saya kira drama ini cuma ada disinetron-sintetron. Ya, kalo sinetron masih bisa dimaklumilah memang harus memenuhi skenario yang telah disediakan. Tapi, kalo kehidupan nyata???
Seperti yang kita tahu, sinetron-sinetron yang ditayangkan bisa dikatakan berlebihan. Dan saya baru menyadari efeknya benar-benar berpengaruh sangat besar dikehidupan nyata. Setiap hari kita disuguhkan dengan cerita-cerita yang ekstrim. Mengapa ekstrim? Memori kita tersimpan dengan skenario itu, bila kita tidak pintar menangkap isi cerita bisa-bisa kita melakukan apa yang dilakukan disinetron itu.
Yang paling parah, sinetron sering menyuguhkan kisah-kisah yang negatif. Contoh: putus cinta bunuh diri, menyakiti dirinya agar apa yang diinginkan dapat terkabulkan dan menyusahkan orang lain. dan masih banyak kisah lainnya.
Tidak semua orang cerdas menangkap isi cerita dalam sinetron. Perlu ada benteng diri yang kuat dalam memilah-milah yang baik dan buruk. Semoga sinetron yang ditayangkan di Indonesia semakin mendidik
Seperti yang kita tahu, sinetron-sinetron yang ditayangkan bisa dikatakan berlebihan. Dan saya baru menyadari efeknya benar-benar berpengaruh sangat besar dikehidupan nyata. Setiap hari kita disuguhkan dengan cerita-cerita yang ekstrim. Mengapa ekstrim? Memori kita tersimpan dengan skenario itu, bila kita tidak pintar menangkap isi cerita bisa-bisa kita melakukan apa yang dilakukan disinetron itu.
Yang paling parah, sinetron sering menyuguhkan kisah-kisah yang negatif. Contoh: putus cinta bunuh diri, menyakiti dirinya agar apa yang diinginkan dapat terkabulkan dan menyusahkan orang lain. dan masih banyak kisah lainnya.
Tidak semua orang cerdas menangkap isi cerita dalam sinetron. Perlu ada benteng diri yang kuat dalam memilah-milah yang baik dan buruk. Semoga sinetron yang ditayangkan di Indonesia semakin mendidik
0 comments:
Poskan Komentar