Selasa, 09 Agustus 2011

Bercerita dengan Boneka Fake


Bercerita dengan Boneka Fake
Oleh: Nurafni

Aku ingin berbicara, berbicara denganmu saja. Kita berbicara secara 4 mata yaa… Kamu bukan boneka biasa yang hanya bisa diam. Anggap saja kamu boneka istimewa yang bisa berbicara.  Aku ingin mendengar suaramu secara langsung tanpa perantara untuk memberikan respon. Agar semua ini jelas. Aku beri nama kamu Fake. Aku hanya ingin mengetahui ketika satu kata dari mulutku terlontar kamu akan merespon apa? Aku mulai dari sekarang. Suaraku  lantang mengeluarkan kata “cinta”. Apa menurutmu?
Hmmm… sambil menghela nafas aku memberikan opsi kepadamu. Cinta itu berbicara mengenai perasaan atau logika? Jujur aku bingung untuk mendeskripsikan ini sendiri. Aku butuh seseorang yang bisa menafsirkan ini semua. Aku butuh sebuah kejelasan apa makna yang tersirat dari kata itu.
Cinta… cinta… cinta… ???????
Aku terlahir yang katanya dari cinta. Tapi aku tidak paham begitu rumitkah cinta yang harus dirasakan sebelum berbuah hasil seperti “aku”. Singkat cerita aku cinta seseorang didalam kondisi yang aku sendiri tidak mengerti. Kondisi ini membuatku menertawakan diri sendiri dan lalu terdiam ingin sepi. Cinta yang seperti apa yang sedang aku rasakan?
Perasaan yang begitu indah yang diberikan oleh-Nya bisa menjadi sebuah situasi menjadi sulit dipahami. Aku seperti terjebak didalam kondisi yang dibungkus dan terbentuk dalam kenyamanan dengan ketidaksengajaan.  Ketidaksengajaan yang bisa dibilang tidak terduga. Ini bukan reality show yang alur ceritanya dikondisikan sedemikian rupa. Ini kisah aku, bukan skenario yang bisa dibuat sendiri seperti apa yang kita mau. Yang  endingnya masing mengawang-ngawang seperti belum mau meberikan kepastian.
………………….
Hei boneka Fake yang istimewa, apa komentarmu? Ko kamu diam saja dengan senyum simpulmu.
          Oh ya, kamu hanya benda mati. Mau aku berikan predikat istimewapun kamu hanya bisa diam dan duduk disana dengan senyum yang dibuat. Ah, yasudahlah setidaknya kamu sudah mau menjadi pendengar yang baik. Sekian dan terimakasih

0 comments:

Poskan Komentar