RADITYADIKA nama ini pertama kali saya dengar waktu duduk dibangku SMP tingkat akhir. Buku kambing jantan yang jadi perbincangan hangat pada saat itu, tidak membuat saya tertarik untuk membaca. Padahal, sahabat saya selalu membahas isi dari novelnya.
Pandangan itu berubah. Ya, pandangan itu berubah setelah 3 tahun nama itu sering diperbincangkan. Tiba-tiba saya tertarik untuk datang ke talkshow yang diadakan oleh bookfair . Kalo tidak salah pada saat itu sedang liburan panjang kelulusan SMA. Dengan pedenya dan tidak pernah membaca novelnya sebelumnya, saya duduk dibangku depan. Lalu, pembawa acara pada saat itu meminta penonton memanggil namanya untuk naik keatas panggung dengan panggilan “kambing”.
Kambing… kambingg naik dong ke atas panggung. Dan dari sudut kiripun akhirnya datang sesosok pria. Yaaa itu RadityaDika. Lalu, dia mengambil posisi diatas panggung dan semuanya terlihat luar biasa. Cara retorika dia berbicara dalam penyampaian komedi yang terdapat didalam novelnya, membuat mata terus tertuju ke dia. Semenjak itu saya menjadi bigfans RadityaDika.
![]() |
| Bersama Dio Radiman dan Raditya Dika :) |
Semenjak malam talkshow itu, lalu keranjingan untuk membaca novelnya. Dan ingin mengetahui semua tentang dia. Follow twitter, like fanspage di facebook, cari tau semuanya. Dan bertemanan di facebook dengan anggota keluarganya.
Ketika mengupload foto buka bersama keluarga tahun 2009, ibunya RadityaDika komentar dan rasanya senang sekali. Lalu, banyak situasi-situasi kebetulan bertemu dengannya. Ketika magang di Sindo bertemu dia yang sedang berpose digedung MNC, Berpapasan di eskalator metro tv, serta menjadi cameo acara provocative proactive.
Dia pintar, kreatif, dan bisa memanfaatkan peluang. He’s get insipired me! Saya menjadi suka menulis dan menginginkan suatu saat kelak tulisan saya disukai dan mempunyai tempat tersendiri bagi pembaca.

yeah, he's a role model in eyes of the blogger. salute for him!
BalasHapus