Barangkali cinta
Jika darahku mendesirkan gelombang yang tertangkap oleh darahmu
Dan engkau beriak karenanya
Darahku dan darahmu
Terkunci dalam nadi yang berbeda
Namun berpadu dalam badai yang sama
Barangkali cinta
Jika napasmu merambatkan api yang menjalar ke paru-paruku
Dan aku terbakar karenanya
Napasmu dan napasku
Bangkit dari rongga dada yang berbeda
Namun lebur dalam bara yang satu
Barangkali cinta
Dee, 2007 dalam buku Madre

Bukan lagi tentang mereka di masa lalu, tapi tentang kita di masa depan. Menjalin komitmen baru bukanlah hal yang mudah sayang, lantas aku berani membukanya kembali di bulan suci itu. Dalam hiruk pikuk keramaian engkau tampak gelisah, menarikku untuk singgah dibangku kayu itu. Duduk berdua disertakan senyum malu yang tak biasa kulihat dari raut wajahmu. Lalu, kau mengatakannya...
Sekarang, tepat lima bulan aku mengenalmu lebih dekat. Mungkin waktu yang terbilang sebentar. Aku menyimpulkan engkau sebagai sosok sederhana yang istimewa. Bersedia mengejar senja, menatap langit jingga bersamaku. Melakukan hal yang kau tidak suka tapi tetap berupaya untukku. Aku mau menua denganmu. Biarkan ketidakpastian ini akan dijawab oleh waktu.
Ah so sweet.
BalasHapus