Selasa, 30 April 2013

Hidup Penuh Semangat

Aku tahu, setiap manusia pasti memiliki kegelisahan masing-masing dalam hidupnya. Tapi bukan berarti menjadi alasan untuk mereka berhenti dan mundur kebelakang. Apapun yang terjadi, semua harus dijalani dengan semangat. Karena kata semangat memiliki kata positif yang memiliki nilai berarti.

Hidup memang seperti roda. Kadang diatas dan kadang dibawah. semuanya harus disyukuri dan diambil segala hikmahnya. Ikhlas menjalankan dan berupaya selalu berguna untuk sesama. Karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang berguna bagi orang lain.

Semakin hari ujian semakin naik tingkat. Ujian kehidupan sulit diprediksi. Dia dapat hadir kapanpun sesuai kehendakNya. Dan kita harus menerima dan menyelesaikannya. Teka-teki terus ada selama hidup ini terus berjalan. Bersyukurlah, kita masih dipercaya untuk menjalankan hidup ini hingga nantinya kita dipindahkan ketempat yang kekal.



Salam damai untuk kita semua, tetap semangat. Jangan lupa berbagi senyum :)
Ikhlas memang bukan hanya sekedar kata, ikhlas ada beriringan ketika kita percaya pada yang kuasa.



Rabu, 24 April 2013

Cover Lagu

First time cover lagu.
kerispatih - lagu rindu, enjoy! :)



Sabtu, 13 April 2013

Bahagia Itu Sederhana

Selalu saja ada yang terasa kurang, dan jawabannya adalah kurang bersyukur. Ketika setiap pagi saya menkonstruksi pikiran positif dan menjalaninya dengan bersyukur, saya selalu menemukan momen bahagia. Mungkin Tuhan menyelipkan bahagia kepada orang-orang yang bersyukur.

Tidak lagi muluk-muluk. Tidak introvert maupun extrovert, tidak eksperesif maupun datar, semua ada dibatas sedang-sedang saja, dan saya sangat menikmatinya. Tidak terlalu 'ngoyo' untuk mendapatkan suatu tujuan, karena semua yang berlebihan selalu diakhiri dengan kekecewaan.

Bahagia itu sederhana... Banyak pencerahan untuk pengerjaan skripsi.
Bahagia itu sederhana... Mempunyai keluarga baru dalam seni tari, semakin dekat dengan anak-anak.
Bahagia itu sederhana... Mendapat kabar kalo kaka dapat kerja di perusahaan yang dia inginkan
Bahagia itu sederhana... Mendatangi suatu pulau yang belum didatangi sebelumnya bersama teman-teman sambil bersenda gurau.
Bahagia itu sederhana... Ketika setiap pagi melihat linimasa penuh mengucapkan "selamat pagi" dan bersemangat menjalani hari.
Bahagia itu sederhana... Melihat senyuman kedua orang tua.
Bahagia itu sederhana.... Mendengarkan nenek mengaji kembali, dan menandakan keadaanya membaik.
Bahagia itu sederhana... Mempunyai teman-teman luar biasa yang ga bisa disebutkan satu persatu. Yang selalu ada kapanpun saat dibutuhkan.
Bahagia itu sederhana... Semuanya silih berganti, ada yang hadir dan ada yang pergi, tapi satu yang tetap abadi, yaitu diriMu sang ilahi. Engkau benar-benar peneduh hati.

Senin, 08 April 2013

Menginjakan Kaki di Pulau Pari

Dengan segala rutinitas yang tak henti-henti, akhirnya kami mengasingkan diri ke Pulau Pari. Salah satu pulau yang berada di kepulauan seribu. Untuk sesekali memanjakan diri dan juga releksasi.

Di setiap tempat pastinya mempunyai cerita, dan saya akan menceritakan hal-hal menarik yang ada disana. Liburan singkat 2 hari 1 malam. Kami berkumpul di Muara Angke untuk bertemu guide yang telah kami pesan sebelumnya dari travel. Kami menggunakan perahu kayu untuk menyebrangi pulau tersebut. kira-kira membutuhkan waktu 2 jam untuk kesana. Ada beberapa kapal disana yang akan mengantarkan puluhan bahkan ratusan orang untuk melihat keindahan Pulau Pari.

Sesampainya disana, kita diantarkan ke cottage . Kendaraan yang tersedia di cottage adalah sepeda, jadi kami kemana-mana menggunakan sepeda. Keindahan laut, dermaga dan pantailah yang membuat nilai plus bersepeda di pulau pari. Teriknya matahari tak menghalangkan niat kami semua untuk menjelajahi satu persatu dermaga dan pantai yang ada disana.

Hari pertama, kami diajak untuk snorkelling. Perjalanannya cukup lama, tapi sangat tidak menyesal dengan bisanya melihat keindahan di dalam laut. Baik ikan hias berwarna-warni, landak laut, terumbu karang dan bintang laut. Benar-benar menakjubkan mata dan tidak berhenti berkata Subhanallah.

Yeay! snorkelling. © Aji Irawan

Lalu setelah itu kami diajak ke Pantai Pasir Perawan. Konon katanya, ada anak perawan yang diculik maka dinamailah pantai tersebut Pantai Pasir Perawan. Sesuai dengan namanya, pasir di pantai itu masih bersih dan juga putih. Kami pun betah berlama-lama di pantai tersebut. Sambil melihat senja yang mulai berganti jingga

Setelah hari mulai gelap, kami rehat sejenak dan membersihkan diri, lalu diajak kembali ke Pantai Perawan untuk minum es kelapa muda yang langsung dari batoknya sambil menyantap ikan dan cumi bakar. Semuanya terasa nikmat. Untuk meramaikan suasana kami bermain sambung-menyambung lagu, just for fun dan semua terhibur meskipun sangat absurd.

Hari kedua, kami diajak untuk ke dermaga untuk melihat matahari terbit. Dan yang ditunggu tak kunjung terlihat, akhirnya kami mengambil sepeda untuk berjelajah ke Pantai Kresek dan LIPI. Sangat disayangkan, banyak terlihat sampah yang menumpuk dipinggiran pantai dan pohon mangrove. Jalanan pantai pun rusak, sehingga harus berhati-hati. Pantai ini dijadikan tempat penelitian oleh beberapa kampus.

Sampah berserakan dipinggiran pantai © Aji Irawan


Di sisa-sisa waktu kepulangan, kami kembali mengunjungi Pantai Pasir Perawan. Beberawa kawan menaiki perahu sampan untuk mengelilingi keindahan pantai tersebut, sebagian lainnya duduk sambil makan siomay, indomie dan menyeruput es kelapa muda.

Liburan waktu yang singkat cukup membuat perasaan tenang. Berharap segala aktifitas yang akan dilakukan lebih bergairah dan bersemangat. Terutama untuk goal dalam waktu dekat ini yaitu menyelesaikan skripsi dengan sebaik-baiknya. Semangat kaka! :*








Rabu, 27 Maret 2013

Pemilik Senyum Ini Kalian




Pertemuan Dadakan

Dear Fina dan Wita
Hampir 3 tahun tidak berkabar dan akhirnya kita bertemu. Waktu memberikan banyak perubahan. Perbincangan kita pun mulai berubah. Aku benar-benar merindukan kalian. kita tumbuh dan berkembang di lingkungan yang berbeda.

Pertemuan yang tidak direncanakan sebelumnya membuat kita bertemu untuk duduk bercerita mengenai aktivitas yang kita jalani saat ini. Cerita sedih maupun bahagia terucap.

Yang membuat tercengang adalah salah satu dari kita tahun ini akan melepas masa lajangnya. Di umur yang terbilang muda, berani untuk mengambil keputusan yang sangat sakral dalam sebuah kehidupan.

Aku turut senang, melihat kebahagiaan kalian. Sukses untuk kita semua!


Kembali Untuk Pulang

Dear Mbak Ayu
Kau tahu, kau adalah salah satu inspirasiku. Mengenalkan aku dengan arti sebuah semangat dan senyuman yang tulus. Menerima dengan ikhlas apa yang sulit untuk diterima dalam kehidupan ini.

Perkenalan kita mungkin belum terlalu lama, tapi aku merasa kamu ada di dalam bagian kehidupanku dan membuatku bersyukur telah mengenalmu.

Sedikit melankolis ketika aku melihat pembahasan mengenai “pulang” di linimasamu. Tujuan kita memang kesana, kembali untuk pulang.  Semoga kita mempunyai bekal untuk menuju kesana.

Tak ada lagi alasan aku mengeluh mengenai kehidupan. Karena secara  gamblang kau mau berbagi cerita tentang semua kehidupanmu. Hidup ini memang butuh perjuangan. Terima kasih telah mengajarkan banyak hal.



Tumbuh Bersama

Dear Hanna
Dari kecil kita sudah menjadi sahabat, mungkin karena rumah kita hanya beda blok saja. Teman segala permainan. Dulu kau sering dititipkan orangtuamu di rumahku. Membuat intensitas bertemu semakin sering.

Tapi saat ini mungkin kita tak sering bertemu seperti dulu. Kamu masih tetap sama. Pembicaraan apa saja masih tetap seru didengar. Kamu mengajarkan untuk hidup apa adanya dan mengajarkan bahwa hidup ini bukan untuk dipusingkan.

Terima kasih atas segala tingkahmu yang selalu mengukir tawa diraut wajahku.



Kita Selamanya

Dear Mianda
Cinta hanya memunculkan ketakutan-ketakutan baru dan persahabatan adalah media untuk menjaganya tetap waras. Bersamamu, aku tidak pernah merasa sendirian. Karena dirimu bagaikan rumah ternyaman saat jiwa terasa rapuh.

Kita adalah individu yang berbeda. Tapi kamu selaku sahabat, selalu tahu apa yang kubutuhkan yaitu mendengarkan. Dikala orang lain terlalu riuh berbicara untuk berkomentar, kamu tahu aku membutuhkan apa. Aku butuh pundakmu untuk bersandar dan mengeluarkan luapan air mata yang tersimpan.

Semenjak aku kehilangan keakuanku, kamu tetap bisa menerimaku. Ketika sekujur tubuh terasa dingin dan dada ini terasa sesak, kamu dengan sabar menanganiku. Terimakasih telah menjadi sahabatku sejak pertama kali kita bertemu.

Waktu telah membawa kita dengan banyak momentum bersama. Senang, sedih, menangis, ataupun tertawa. Berdinamika dalam organisasi yang sama, satu tim dalam perlombaan, dan masih banyak lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Semoga kita dapat mewujudkan mimpi kita bersama untuk menginjakan kaki di menara Eiffel itu. Aku benci dengan sebuah gerbang perpisahan. Bagaimanapun nanti kedepannya, aku berharap kita tetap bisa meluangkan waktu untuk bertemu dan berbagi cerita.






Selasa, 26 Maret 2013

Personil Baru



Rumah ini terasa bernyawa. Kami kedatangan personil baru di rumah. Ia adalah seekor kucing manis dan manja (kalau perut sudah kenyang). Sebelumnya, mama selalu melarang untuk memiliki hewan peliharaan. Burung, kelinci, hamster pernah menghiasi halaman. Hitungan beberapa bulan, hewan-hewan tersebut mati dengan tragis. Saya menyukai hewan, tapi entah kenapa tangan saya tidak dingin untuk menangani makhluk imut tersebut.

Dulu waktu SMA, teman saya mempunyai kucing jenis Anggora dan Persia. Karena sudah terlalu banyak memenuhi kamarnya, ia ingin saya mengadopsi kucing tersebut. Tentu saja saya mau, tapi setelah saya izin untuk memeliharanya, alhasil ditolak mentah-mentah.

Tapi sekarang berbeda. Akhir-akhir ini saya merasa asing dengan rumah. Dengan banyaknya kegiatan diluar,  rumah hanyalah sebagai tempat peristirahatan. Suatu ketika pada saat membuka mata, terdengar suara ramai  tidak seperti biasanya. Ternyata ada makhluk yang sedang pose menguletkan tubuhnya dan lucu sekali. Semua orang yang berada di rumah menerima hangat kedatangannya. Dia datang tiba-tiba. Coraknya seperti kucing kampung biasa, tapi buntutnya sangat panjang seperti jenis Persia.

Kucing kampung ketika diusir, langsung pergi menghindar. Sedangkan kucing ini ketika diusir, dia memberikan pose yang aneh-aneh mencari perhatian dan mengajak main.  Serta mendekatkan tubuhnya kekita minta untuk dielus. Sepertinya kucing ini terlatih. Kehadirannya cukup membuat rumah yang sepi ini menjadi bernyawa dengan pertanyaan dan statement-statement seperti, “udah dikasih makan belum? Tadi dia masuk kamar, tadi dia ngelus-ngelus ngajak main, tadi dia tiduran diatas pakaian yang baru di setrika, dll”

Tapi satu hal yang terlupakan, kami belum memberikannya nama. Jadi ada yang mau membantu mencarikan ide untuk memberikannya nama? :)


Ini dia oknumnya

Posko Moestopo

Sumbangan yang diterima Posko Moestopo
© Galih


Bencana banjir yang menimpa beberapa daerah di Jakarta dan sekitarnya membuat sebagian masyarakat yang terkena bencana banjir harus terpaksa mengungsi ke posko-posko penampungan. Walau masih banyak warga yang tidak mau dievakuasi, namun kondisi di posko-posko penampungan tetap dalam kondisi yang ramai mengingat banyaknya daerah yang terkena banjir. Masyarakat yang berada di penampungan memerlukan beberapa bantuan seperti bantuan konsumsi, obat-obatan, pakaian layak pakai dan kebutuhan pokok.

Terkait dengan hal tersebut, mahasiswa Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) beserta dosen dan alumni membuka posko bantuan tepat di depan kampus Hanglekir untuk menampung bantuan-bantuan dari seluruh elemen civitas akademika UPDM(B) dan masyarakat luar yang ingin turut serta memberikan bantuan di posko tersebut. Posko bantuan untuk para korban banjir tersebut telah dibuka sejak tanggal 17 s/d 27 Januari 2013.

Total sumbangan yang diterima sebesar Rp 15.138.000 . Uang yang terkumpul telah dibelikan beberapa bahan logistik yang diperlukan korban banjir dibeberapa titik. Untuk daerah penyaluran bantuan logistik antara lain; Kampung Pulo, Manggarai, Pesing, Ciledug Indah, Bekasi, SD Penjaringan Jakut.

Bantuan tidak hanya berbentuk logistik, beberapa perwakilan mahasiswa dari UKM  Agrawitaka juga menjadi tim evakuasi di daerah Ciledug Indah I dan Kampung Pulo Jakarta Timur. Selain itu hiburan musik oleh band WKM Kosmik, teman-teman dari Standup Comedy Indonesia dan beragam permainan seru pun masuk dalam rangkaian kegiatan bantuan kepada masyarakat korban banjir. Hal tersebut dilakukan untuk menghibur masyarakat khususnya anak-anak yang menjadi korban banjir. Selain itu mengembalikan kondisi psikologis masyarakat ke keadaan semula khususnya anak-anak pasca bencana banjir.